Disable Preloader
Berikut Fakta-Fakta Oknum Marinir TNI AL Bentrok dengan Raider TNI AD di Batam

Video bentrokan antara oknum Marinir dengan Raider viral di media sosial.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa mengatakan bentrok antar prajurit TNI yang videonya viral di media sosial ini sudah diusut oleh Puspom TNI. 

Bentrok terjadi di Barelang, Batam, Kepulauan Riau, antara Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Raider TNI Angkatan Darat. 

Mereka yang terlibat akan di proses pidana. Berikut fakta-fakta di antaranya: 

1. Viral

Video bentrokan antara oknum Marinir dengan Raider viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat warga termasuk anak kecil nampak ketakutan dan menghindari lokasi bentrokan tersebut. Suasana di lokasi kejadian pun mencekam. 

2. Kronologi 

Bentrok di Batam antara Oknum TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/TS dengan Oknum TNI Angkatan Laut dari Batalyon 10 Marinir terjadi pada hari Sabtu, 27 November 2021 sekitar pukul 22.30 WIB. 


3. Mabes TNI Bersikap
Mayjen Prantara Santosa mengatakan, Pusat Militer TNI bersama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan lainterkait sedang melakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut. 

"Pusat Polisi Militer TNI Bersama-sama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan terkait sedang melakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," ucap Prantara Santosa. 

4. Minta maaf

Kepala Dinas Penerangan AL, Laksamana Pertama, Julius Widjojono minta maaf atas kejadian ini. "Kami meminta maaf atas keributan yang terjadi dan semoga kejadian seperti itu tidak lagi terulang," ujarnya. 


5. Komentar Panglima 

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan tidak segan menindak anak buahnya yang terlibat bentrok dan menyalahi aturan di manapun lokasinya. Terakhir Andika berkomentar mengenai kejadian di Papua antara Brimob dengan Kopassus.

"Pusat Polisi Militer TNI bersama-sama dengan Pusat Militer TNI Angkatan Darat sedang lakukan proses terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika. (andika, viva, foto: Kapuspen TNI)


Share: