Disable Preloader
DPR Sahkan RUU Perlindungan Data Pribadi Jadi Undang-Undang

Setelah dibahas lebih dari dua tahun Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) disahkan oleh DPR menjadi UU Perlindungan data pribadi warga bisa menjadi maksimal.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I tahun sidang 2022-2023, Selasa (20/9), di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan pembahasan mengenai RUU PDP ini telah dimulai sejak 3 Februari 2020. Dalam proses panjang pembahasan tersebut, pihaknya telah melibatkan pakar, akademisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) guna mendapatkan masukan terkait dengan RUU ini sekaligus untuk memperkaya dasar filosofi, sosiologis dan yuridis terhadap muatan materi yang terkandung di dalam RUU PDP ini.

Setelah dilakukan pembahasan, katanya, telah terjadi perubahan sistematika RUU PDP dari draf awal yang disampaikan oleh pemerintah, dari semula terdiri dari 15 bab dan 72 pasal, menjadi 16 bab dan 76 pasal. Ia berharap dengan adanya UU PDP ini, perlindungan data pribadi warga bisa menjadi maksimal.

“RUU tentang perlindungan data pribadi benar-benar menjadi landasan hukum yang kuat dan memastikan bahwa negara menjamin dan memastikan perlindungan data pribadi warganya,” ungkap Abdul.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, menyatakan pengesahan UU PDP tersebut merupakan momen yang sangat bersejarah, dan telah ditunggu oleh berbagai pihak termasuk lembaga negara, aparat penegak hukum, ekosistem digital, platform dan media sosial serta oleh segenap elemen masyarakat Indonesia.

Dengan telah disahkannya UU PDP tersebut, pemerintah mengharapkan beberapa kemajuan di antaranya dari sisi kenegaraan dan pemerintahan, UU PDP dapat dimaknai sebagai pengejawantahan, kehadiran negara dalam melindungi hak fundamental warga negara untuk perlindungan data pribadi, khususnya dalam ranah digital. (antara, voaind)

Share: