Disable Preloader
Indonesia dan Jepang Disebut Negosiasi Pembelian Fregat Mogami Class

Bila pembelian Mogami class sukses, Tokyo bisa menghibahkan fregat Abukuma Class ke Indonesia.

Indonesia dan Jepang Bernegosiasi Pembelian Fregat Mogami Class

Sebelum bernegosiasi dengan Jepang, Indonesia sendiri sudah memilih fregat FREMM dan Arrowhead.

Di balik pembelian kedua fregat itu, Indonesia akan diberi hibah kapal perang second hand yakni dua unit Maestrale class dan kemungkinan besar Type 23.

Inggris dan Italia memang sengaja memberikan fregat second hand mereka kepada Indonesia sebagai tambahan kekuatan untuk melawan agresivitas China di Natuna Utara.

Juga hibah fregat bekas itu sembari menunggu kapal perang pesanan jadi.

Jika skema ini terus berlanjut maka tak pelak Jepang akan melakukan hal yang sama kepada Indonesia.

Bila pembelian Mogami class sukses, Tokyo bisa menghibahkan fregat Abukuma Class yang bakal dipensiunkan.

Dikutip dari Naval Technology, Abukuma class sebenarnya bukan fregat.

Ia diklasifikasikan sebagai Destroyer Escort akan tetapi spek kapal layaknya fregat.

Kapal buatan Sumitomo Heavy Industries Jepang ini mulai ditugaskan di JMSDF sejak tahun 1989.

Kapal pertama yakni JS Abuma menggantikan Yubari class dan nantinya peran Abukuma digantikan Mogami.

Walau buatan tahun 1989, nyatanya rancang bangun Abukum sudah menerapkan konsep stealth supaya sulit diendus radar.

Untuk perangkat sensor, JMSDF menyematkan Sistem Data Taktis OYQ-7 hingga jammer OLT-3 yang rupanya masih relevan dipakai hingga kini.

Untuk radar pertahanan udara disediakan AN/SPS-49 yang setara dengan radar TAS Mk.23 lansiran Amerika Serikat yang membuat Abukuma class aman dari ancaman rudal.

Kemudian untuk mengeliminasi rudal ia dibekali dengan CIWS Phalanx namun belum ada tambahan untuk slot rudal SHORAD.

Abukuma juga dilengkapi dengan roket anti kapal selam ASROC yang sudah beken di kalangan kapal-kapal perang US Navy.

Indonesia sendiri juga mempunyai roket anti kapal selam di dalam RBU-6000 korvet Parchim lansiran Rusia.

Masih dalam lini melibas kapal selam, selain ASROC, Abukuma tambah dilengkapi dengan torpedo 324 mm.

Rudal anti kapal menggunakan 8 x Harpoon dan meriam laut Otobreda 76 mm.

Walaupun tergolong kapal tua, nyatanya Abukuma class masih bisa melaju secepat 27 knot.

Jepang sendiri mempunyai enam unit Abukuma class yakni JS Abuma, Jint, Yodo, Sendai, Chikuma dan Nada.

Keenam Abukuma class tersebut akan dipenisunkan secara bertahap mulai tahun depan karena diganti dengan JS Mogami, JS Kumano, JS Noshiro dan dua kapal perang lagi menyusul.

Patut ditunggu apakah Indonesia akan menerima Abukuma class atau kapal perang second hand lainnya dari Jepang. (zonajakarta)


Share: