Disable Preloader
Ini Aalsan Masuk Indonesia harus Karantina 5 Hari...

Dari perspektif kesehatan kondisi covid-19 di Indonesia tergolong terkendali.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membeberkan alasan perpendekan masa karantina pelaku perjalanan internasional. Pemerintah sudah menambah syarat exit dan entry test covid-19 sebelum memperpendek masa karantina dari delapan menjadi lima hari.

"Secara saintifik, penambahan exit dan entry test dapat menurunkan peluang penularan pascakarantina selama lima hari," kata Wiku melalui keterangan tertulis, Jumat, 15 Oktober 2021.

Dia menyebut masa karantina selama lima hari bakal efektif dengan menerapkan enam kebijakan. 

Masa karantina 5 hari wajib menerapkan 6 aturan:

  1. Mewajibkan pelaku perjalanan internasional menjalani karantina.
  2. Pelaku perjalanan internasional menerapkan protokol kesehatan selama karantina.
  3. Pemerintah daerah menyediakan daftar rujukan fasilitas karantina.
  4. Pemerintah menyediakan alat uji diagnostik yang akurat.
  5. Pemerintah meningkatkan upaya penelusuran kontak erat.
  6. Pemerintah daerah memastikan cakupan vaksinasi terpenuhi.

Dari perspektif kesehatan, kata Wiku, kondisi covid-19 di Indonesia tergolong terkendali. Hal ini dibuktikan dengan transmisi virus di komunitas tergolong rendah yaitu 3,01 kasus per 100 ribu penduduk.

"Kemudian 0,49 kasus rawat inap per 100.000 penduduk dan 0,16 kasus kematian per 100.000 penduduk," papar dia.

Berikutnya, kapasitas respons yang tergolong cukup baik yaitu 0,67 persen positivity rate per minggu. Lalu 12,46 rasio kontak berat per kasus konfirmasi dan 5,57 ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) per minggu.

Sedangkan dari perspektif ekonomi, sektor pariwisata secara global merasakan dampak negatif akibat kebijakan pembatasan mobilitas dan pembatasan sosial. Wiku mengeklaim belum pernah ada krisis yang memberikan dampak sesignifikan pandemi covid-19.

Wiku mengutip pernyataan World Bank yang menyebut sektor pariwisata menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto global. Pariwisata juga menjadi pekerjaan 1 dari 10 orang di dunia.

"Pada prinsipnya kegiatan dapat dibuka asalkan kita dapat mencapai kepatuhan protokol kesehatan kolektif yang tinggi," jelas Wiku. (antara, kemenkes)

Share: