Disable Preloader
Ini Tiga Skenario Pelaksanaan Umrah Jemaah Indonesia Saat Pandemi

Tiga skenario Umrah itu;  sebelum keberangkatan, saat berada di Tanah Suci, dan saat kepulangan ke Tanah Air. 

Menteri Agama dan Komisi VIII DPR RI menggelar rapat terkait putusan Arab Saudi yang membuka pintu untuk jamaah umrah Indonesia di tengah pandemi COVID-19

Di antara agenda yang dibahas dalam rapat tersebut adalah soal persiapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah 1443 Hijriyah.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku telah menyiapkan skenario pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi.

Tiga Skenario Umrah Pertama skenario sebelum keberangkatan, skenario saat berada di Tanah Suci, dan skenario saat kepulangan ke Tanah Air. 

Skenario sebelum keberangkatan, jamaah haji wajib melaksanakan skrining kesehatan 1x24 jam sebelum keberangkatan secara terpusat di asrama haji Pondok Gede Jakarta. 

Kemudian, hanya jamaah yang sudah berusia 18 sampai 65 tahun dan sudah divaksinasi dosis lengkap dan memiliki hasil tes PCR negatif yang diberangkatkan umrah.

"Kemudian jamaah yang akan berangkat wajib dilaporkan kepada Kemenag untuk diproses visa dan dokumen keberangkatannya. Keberangkatan jemaah umrah menggunakan satu pesawat full diisi dengan jamaah umrah tanpa ada penumpang lain. Itu skenario sebelum keberangkatan," jelas Menag Yaqut, Selasa 30 November 2021.  

Skenario saat di Arab Saudi yaitu jemaah wajib karantina selama tiga hari. Dimulai dari saat tiba di Arab Saudi. Selama masa karantina dilarang keluar dari kamar hotel, kemudian pelaksanaan ibadah umrah selama 9 hari termasuk perjalanan pergi-pulang. 

"Akomodsi diisi 2 orang per kamar, makan disajikan dalam kemasan dan transportasi mengikuti ketentuan Arab Saudi. Berikutnya, umrah dilaksanakan 1 kali, salat lima waktu di Masjidil Haram. 

Jemaah umrah wajib melakukan tes PCR sebelum kepulangan.

Hanya yang hasilnya negatif diperbolehkan kembali ke Tanah Air," lanjut Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Kemudian skenario saat tiba di Indonesia. Setelah tiba di Tanah Air jamaah wajib melakukan tes PCR sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.  

"Jamaah wajib melakukan karantina setelah perjalanan luar negeri mengikuti ketentuan Satgas COVID-19 di hotel yang telah dipilih PPIU dan mendapatkan legalisasi dari Satgas COVID-19," kata Menag. (antara)

Share: