Disable Preloader
AS Kembalikan Artefak Kuno Thailand yang Dicuri pada 1960-an


"Dua artefak kuno Thailand ini diyakini telah dicuri dan dijual ke pedagang Eropa pada akhir 1960-an..." 


Bangkok Post, Jumat (19/2/2021) melaporkan dua artefak kuno Thailand yang hilang sejak tahun 1960-an akan segera tiba di Thailand. Dua artefak tersebut adalah palang pintu batu yang diukir dengan sangat indah. Masing-masing palang pintu memiliki bobot 680 kg.

Menurut catatan sejarah, palang pintu tersebut dicuri dari tempat suci Prasat Khao Lon di Sa Kaeo dan Prasat Nong Hong di Buri Ram. Dua artefak tersebut kemudian diselundupkan ke Amerika Serikat.

Setelah melalui pencarian panjang, dua artefak tersebut diketahui dipamerkan di sebuah museum di Amerika Serikat. Melalui birokrasi dan penyelidikan yang panjang, Thailand memperjuangkan dua artefak kuno miliknya.

Setelah melalui pencarian panjang, dua artefak tersebut diketahui dipamerkan di sebuah museum di Amerika Serikat. Melalui birokrasi dan penyelidikan yang panjang, Thailand memperjuangkan dua artefak kuno miliknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tanee Sangrat mengatakan bahwa konsulat Thailand di Los Angeles telah memberi tahu kementerian bahwa kasus penyelundupan palang pintu tersebut akhirnya berakhir. 

Terdakwa mengizinkan pemerintah AS untuk mengambil dua palang pintu kuno yang dipajang di Museum Seni Asia di San Francisco.

Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS telah membantu pemerintah Thailand untuk mengambil artefak tersebut. Namun jadwal pengembaliannya ke Thailand belum diumumkan.

"Dua artefak kuno tersebut diyakini telah dicuri dan kemudian dijual ke pedagang Eropa pada akhir 1960-an. Palang pintu dari Prasat Nong Hong diberikan ke museum pada tahun 1966. Sementara yang satunya dibeli oleh museum pada tahun 1968," ujar Kantor Pengacara untuk Distrik Utara California.

Pihak museum setuju untuk mengembalikan artefak kuno tersebut setelah memasuki proses mediasi dengan pemerintah AS.

Thailand tentu senang bukan main. Ini menambah daftar artefak kuno yang kembali setelah dicuri setelah sekian tahun lamanya. Kementerian Luar Negeri Tanee Sangrat berterima kasih kepada Kantor Pengacara AS dan Investigasi Keamanan Dalam Negeri atas upaya bertahun-tahun yang mereka lakukan. (Bangkok Post, Detik)

Share: