Disable Preloader
Mazda Investasi Rp463 Miliar di Thailand


Dalam beberapa tahun terakhir beberapa negara di ASEAN bak menjadi target baru bagi pabrikan otomotif untuk menanamkan investasi mereka. Selain Indonesia, Thailand juga menjadi salah satu destinasi favorit untuk para automaker menanamkan modal. Salah satu yang baru – baru ini terendus akan menggelontorkan dana investasi adalah Mazda. Pabrikan asal Hiroshima, Jepang ini kabarnya akan mempersiapkan dana sebesar 1 Milyar Baht atau setara 463 Milyar Rupiah untuk melakukan upgrade pada pabrik perakitan mereka di Thailand.

Mazda memang memiliki pabrik perakitan di Thailand, yaitu lebih tepatnya di Rayong yang dikelola oleh AutoAlliance Thailand (AAT). Bagi kalian yang belum tahu, AAT sendiri merupakan joint venture antara Mazda dan Ford, karena beberapa tahun silam keduanya memang akrab dan saling berbagi platform kendaraan. Nah, AAT sendiri secara kapasitas mampu memproduksi 270 ribu kendaraan, dimana angka tersebut dibagi dua bersama dengan Ford. Artinya, jatah produksi Mazda ada di angka 135 ribu unit yang memenuhi kebutuhan domestik dan pasar ekspor. Komoditi yang dihasilkan sendiri adalah Mazda2, Mazda3, Mazda CX-3 dan juga Mazda BT-50.

Kalau kalian perhatikan, hanya Mazda BT-50 sajalah yang hingga detik ini masih memiliki hubungan darah dengan Ford, sedangkan sisanya sudah berbeda sama sekali dengan produk lansiran merk Amerika Serikat tersebut. Investasi yang digelontorkan Mazda ini akan digunakan untuk upgradingfixture maker dan die maker di pabrik Rayong. Selain investasi, pihak Mazda kabarnya juga akan memindahkan produksi dari Mazda BT-50 yan awalnya di pabrik Rayong menuju ke pabrik Isuzu. FYI, jika generasi Mazda BT-50 yang dijual saat ini sebasis dengan Ford Ranger, maka generasi terbaru dari Mazda BT-50 nantinya akan berbagi platform dengan Isuzu D-Max. Itulah alasan pemindahan produksi d-cab tersebut.

Sebelumnya juga beredar kabar bahwa pihak Mazda juga akan memproduksi Mazda CX-30, sebuah coupe SUV berbasis All New Mazda3 yang kabarnya akan mampir ke pasar Nasional. Dengan isu tersebut, maka benar saja jikalau pihak Mazda perlu melakukan upgrade pada fasilitas produksi yang dimilikinya. Di tahun 2019 ini, pangsa pasar dari Mazda di Thailand juga tengah lesu. Penjualan sementara di tahun 2019 ini diharapkan mampu mencapai 65.000 unit, dimana angka itu sebenarnya sudah turun 7,8% di periode yang sama tahun 2018. Penyegaran dengan munculnya beberapa produk baru seperti Mazda CX-8 dan Mazda2 facelift diharapkan mampu mendongkrak kembali menjualan Mazda di Thailand.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan? Yuk sampaikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini. (autonetmagz/ bangkokpost)

Share: