Disable Preloader
Pemuda Thailand Selatan Ikuti Forum Literasi Media Online

Media sosial adalah alat penting di zaman modern. Media sosial mengambil peran yang sangat aktif dalam penyebaran informasi dan berita di masyarakat. Dalam sehari jutaan informasi muncul di media sosial. Mulai dari berita peristiwa, olahraga, hiburan hingga hoaks.

Guna menghindari dampak buruk media sosial, diperlukan literasi media.  Literasi media dibutuhkan agar kita bisa menyaring informasi yang benar dan tak terpapar hoaks yang muncul dari media sosial.

Sebagai pengguna media sosial, kita memiliki peran untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan benar tentang apapun di Facebook, Twitter, YouTube, dan instragram. Informasi yang mengandung pesan positif dan benar akan berdampak baik bagi masyarakat. Informasi yang mengandung pesan negatif dan hoaks akan berdampak buruk pada masyarakat.

Berdasarkan hal tersbut, Sekretaris Jenderal Pusat Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan (SBPAC) mendorong agar masyarakat bijak menggunakan media sosial. SBPAC juga menggaungkan agar masyarakat memahami literasi media.

SBPAC menggandeng organisasi masyarakat sipil di provinsi perbatasan selatan, termasuk organisasi baru Neo-mind NM, Yayasan Kesehatan Masyarakat Nasional, dan Jaringan Pengguna Aman Media menggelar forum literasi media sosial bagi para pemuda di provinsi perbatasan selatan.

Acara diisi dengan Talk Show untuk memberi pengetahuan tentang cara menggunakan media online dan pengalaman bekerja di media online. Talk Show  mempromosikan dan mengkampanyekan "seve online world". Acara literasi media juga dimeriahkan dengan lomba kompetisi pidato remaja dengan tema ‘Selamatkan Dunia Online’. Pidato harus dibawakan dalam 3 bahasa yaitu Thailand, Malayu, dan Inggris. 

Acara juga dimeriahkan dengan lomba pembuatan video pendek kreatif bertema ‘Melawan Berita Hoaks’

Kanokrat Kueakul, Asisten Sekretaris Jenderal SBPAC, mengungkapkan kegiatan ini merupakan awal yang baik untuk membawa pemuda agar memahami literasi media online. SBPAC menempatkan pentingnya para pemuda mengikuti pendidikan literasi media online. Termasuk literasi tentang mewaspadai kejahatan di media online seperti penipuan, penyebaran data pribadi, bullying, dan lainnya.

SBPAC juga mengajak para pemuda agar bisa mengatur waktu dalam menggunakan media online. Waktu untuk belajar dan berselancar di dunia online harus benar-benar bisa diatur. Para pemuda juga harus memiliki waktu bersama keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Yanida Udomsak, perwakilan siswa dari Sekolah Sains Samakkhi, Distrik Nong Chik, Provinsi Pattani, mengatakan media online adalah sesuatu yang sangat diperlukan untuk saat ini. Baik dalam mencari informasi pendidikan maupun hiburan. Tapi penggunaan waktu saat berselancar di dunia online juga harus diatur. Agar kita memiliki waktu yang banyak dengan keluarga.

Share: