Disable Preloader
Kronologis OTT Bupati Pemalang, Diduga Terima Suap Rp6 Miliar Lebih

KPK menduga Bupati Pemalang menerima suap Rp4 miliar dari para bawahannya dan Rp2,1 miliar dari pihak swasta. 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan KPK menetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo sebagai tersangka kasus suap jual-beli jabatan. 

“KPK telah mengidentifikasi titik-titik rawan korupsi yang tinggi dalam proses promosi, mutasi, dan manajemen SDM pada tata kelola pemerintahan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jakarta, jumat, 12 Agustus 2022.

Firli Bahuri menceritakan pada Kamis,11 Agustus 2022 KPK menerima informasi dugaan Mukti menerima uang dari sejumlah pejabat di Pemkab pemalang dan pihak lainnya. 

Tim KPK mulai memantau Bupati Pemalang dan rombongan saat pergi ke Jakarta dan mendatangi sebuah rumah di Jakarta Selatan. Mukti diduga membawa bungkusan berisi uang.

Setelah itu, Mukti keluar dan menuju gedung DPR RI menemui seseorang. Ttim KPK lalu menangkap Mukti beserta rombongan saat keluar dari Gedung DPR. 

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan KPK masih mendalami orang yang ditemui oleh Mukti di gedung DPR itu.

Tim KPK bergerak menangkap sejumlah pihak di Pemkab Pemalang dan melakukan penyegelan di sejumlah ruangan dan rumah dinas. Mukti dan 33 orang lainnya dibawa ke Gedung KPK untuk dperiksa.

Adapun barang bukti yang disita di antaranya uang tunai Rp 136 juta; buku tabungan Bank Mandiri dengan saldo Rp 4 miliar; slip setoran Bank BNI bersaldo Rp 680 juta dan kartu ATM.

Setelah gelar perkara, KPK menetapkan 6 orang menjadi tersangka. Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo yang disebut sebagai orang kepercayaan Mukti ditetapkan sebagai penerima suap,

Sementara 4 orang lainnya ditetapkan menjadi pemberi suap, yaitu Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Slamet Masduki, Kepala BPBD Pemalang Sugiyanto, Kepala Dinas Kominfo Pemalang Yanuarius Nitbani dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemalang Mohammad Saleh. (kpk, antara, foto: bupati pemalang)


Share: