Disable Preloader
Tradisi Lama Makan Aneka Serangga di Thailand

Serangga khususnya jangkrik sendiri menurut organisasi ilmiah internasional mewakili sumber protein hewani alternatif


Memakan serangga serta produk makanan yang terbuat dari serangga tampaknya telah lama terjadi di negara Thailand. Gerai makanan jalanan Thailand menyiapkan aneka jenis serangga seperti jangkrik goreng, laba-laba, belalang hingga kalajengking. 

Meski secara umum serangga dianggap makanan esktrem, namun di negara ini memakan serangga adalah tradisi lama dimana serangga mungkin dianggap lebih baik daripada kentang goreng dan diakui memiliki rasa yang enak.

Di Thailand sendiri terdapat sekitar 200 jenis serangga yang dapat dimakan dan sekitar 20 di antaranya telah dan biasa dimakan terlebih di pedesaan. Serangga bahkan telah menjadi junk food tradisional dari negara ini. 

Di Thailand sendiri terdapat sekitar 200 jenis serangga yang dapat dimakan dan sekitar 20 di antaranya biasa dimakan

Serangga khususnya jangkrik sendiri menurut organisasi ilmiah internasional, mewakili sumber protein hewani alternatif untuk peningkatan populasi tanpa dampak lingkungan yang besar dari industri daging.

Seiring popularitas serangga sebagai makanan di Thailand hingga ke Eropa, masyarakat telah mengembangbiakkan serangga sebagai sumber pendapatan.

Ribuan peternak serangga menghasilkan berton-ton serangga yang dapat dimakan setiap tahunnya. 

Beberapa serangga yang dianggap cukup bergtizi di antaranya adalah jangkrik yang mengandung 12,9 gram protein per 100 gramnya, yaitu kurang lebih separuh protein yang terkandung dalam daging sapi dan ayam.

Kumbang air raksasa dengan 19,8 gram protein per 100 gram.Serta ulat, dengan 28,2 gram protein per 100 gramnya. (indozone)

Share: