Disable Preloader
Vaksin Astrazeneca Jadi Andalan Thailand Lawan Covid-19

Lebih dari 150.000 warga Thailand telah diinokulasi dengan vaksin Astrazeneca.

Vaksin virus corona atau Covid-19 yang dikembangkan oleh Astrazeneca dan Universitas Oxford akan menjadi vaksin andalan Thailand. Seperti dilaporkan CNBC.com, Senin (5/4), hal itu diumumkan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul.

"Lebih dari 150.000 orang telah diinokulasi dengan vaksin Astrazeneca dan persentase orang yang mengembangkan efek samping dianggap sangat rendah," kata Anutin. 

Masalah keamanan yang diperbarui di sekitar vaksin Astrazeneca-Oxford membuat negara-negara termasuk Jerman dan Belanda menghentikan penggunaan vaksin untuk orang di bawah 60 tahun.

"Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Astrazeneca dan Universitas Oxford akan menjadi vaksin utama Thailand karena negara ini berusaha untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata krusialnya," ujar Anutin kepada CNBC pada Senin.

Sebelum langkah terbaru itu, beberapa negara - termasuk Thailand - menangguhkan penggunaan vaksin Astrazeneca menyusul laporan adanya pembekuan darah pada beberapa orang yang menerima suntikan.

Tetapi banyak negara yang juga mencabut penangguhan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tinjauan terhadap data yang tersedia menunjukkan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

"Di Thailand, lebih dari 150.000 orang telah diinokulasi dengan vaksin Astrazeneca dan persentase orang yang mengembangkan efek samping dianggap sangat rendah," kata Anutin.

Dibandingkan dengan banyak negara di dunia, Thailand telah melaporkan kasus Covid dan kematian yang relatif sedikit. Data resmi menunjukkan bahwa hingga Minggu, negara itu telah mengonfirmasi lebih dari 29.000 infeksi dan 95 kematian.

Tetapi ekonomi yang bergantung pada pariwisata telah terpukul parah, menyusut 6,1% pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun lalu ketika negara-negara membatasi perjalanan untuk memperlambat penyebaran Covid-19, menurut data dari Kantor Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional.

Share: